Mari tunjukkan bahwa kita adalah ummat terbaik.

Showing posts with label Nuansa Islami. Show all posts
Showing posts with label Nuansa Islami. Show all posts

Monday, 1 July 2013

Ramadhan 1434 H ; Mipamorphosis

21:31 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , No comments


Assalaamualaykum sobat ! ^^

Alhamdulillah kita sampai juga pada bulan yang penuh keberkahan ini.
yaps! Ramadhan 1434 H

Nah, karena bulan ini adalah "babak bonus" jadi yuk kita berlomba-lomba meraih keberkahan Ramadhan yang pastinya banyaaaaaaaaaaaak banget!

seperti halnya sobat sekalian, MII juga gak akan membiarkan Ramadhan kali ini berlalu begitu saja tanpa kesan. Jadi, MII mengadakan suatu rangkain acara Ramadhan nih
mulai dari penyambutan Ramadhan sampai pasca Ramadhan.

Kegiatan MII kali ini bertemakan
MipamorphosiS
dimana Ramadhan kali ini dapat menjadi waktu perubahan kita menjadi individu yang lebih baik. aamiin

rangkaian acaranya insyaaAllah

  1. Kajian Tahrib Ramadhan #1 "Puasa & Pembatal Puasa Kontemporer"
  2. Kajian Tahrib Ramadhan #2 "Hisab & Rukyat"
  3. Pawai Ramadhan MIPA
  4. Buka Puasa Bersama FMA & Lembaga Mahasiswa FMIPA UI + Kajian Ramadhan "Mipamorphosis ; Irreversible"
  5. Silaturahim Ukhuwah Antar Civitas Akademika (Sakura)
  6. MII Berani!
oiya, MII juga punya sesuatu nih buat sobat semua.
klik--> Paket Ramadhan 1434 H <--klik


sahabat-sahabat MII, jangan sampe' ketinggalan rangkaian acaranya ya.
Kita jadikan Ramadhan kali ini penuh warna bersama MII.
pantau terus ya media sosial MII hehhe

yaps! selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan sobat!
semoga kita sampai di hari yang Fitri nanti dengan kemenangan yang sesungguhnya
aamiiin

selamat berubah menjadi yang lebih baik! ^^

Wassalaamualaykum

Sunday, 31 March 2013

UTS, Sejenak Kita Bercermin

04:13 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI No comments


Bismillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah, waktu membawa kita menuju titik tengah semester genap. Saat ini akan tiba masa ujian tengah semester (UTS) yang sedang dinanti oleh mahasiswa Universitas Indonesia, lebih khusus mahasiswa Fakultas MIPA. :D

Sobat yang dirahmati  Allah, sebagai seorang mahasiswa, ujian demi ujian akan kita alami dalam rangka mempersipakan diri mengahadapi masa depan nanti. Ibarat perguruan silat, di kampus inilah yang menjadi tempat penempaan kita. Tempat dimana kita akan dilatih jurus-jurus yang dengannya nanti diharapkan kita akan mampu menghadapi situasi yang lebih riil dalam kehidupan bermasyarakat.


Jangan takut, Ujian tengah semester ini sejatinya adalah suatu simulasi. Hanya sebuah ujian yang terlalu kecil untuk ditakuti. Namun, bukanlah suatu hal untuk diremehkan. Ingat teman, ketika kita berada dalam perkuliahan, cobalah sejenak kita refleksi diri. Apakah niat kita dalam menuntut ilmu kali ini sudah sesuai dengan proses yang kita jalani? Niat dan proses adalah dua hal yang sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan kita capai nantinya. J

Kawan, dalam menjalani setiap ujian, tentu kita mengharapkan hasil yang baik bukan? Nah, apakah kita sudah terlalu puas dengan hasil angka-angka yang nantinya menghiasi nilai SIAK NG kita? ataukah bagaimana? Tentu masing-masing orang punya pendapat.

Melalui tulisan ini saya ingin sedikit menyampaikan apa yang dikatakan oleh Allah SWT dalam firman-Nya:


Artinya:
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al Mujadillah ayat 11)

Ayat di atas menerangkan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu. Jadi, sudah jelas bahwa ilmu itu memiliki tingkatan yang istimewa. Mungkin selama ini kita berada dalam paradigma sempit bahwa kuliah itu hanya untuk mengharapkan nilai yang baik, lulus, dan mendapatkan ijazah. Namun, lebih dari itu. Ilmu lebih utama daripada hanya sekedar nilai.

Kawan, mari kita coba jadikan momen UTS ini sebagai cerminan untuk diri kita. Sejauh mana kita serius dalam menjalankan amanah kita sebagai seorang mahasiswa yang notabane tidak banyak jika dibandingkan dengan seluruh penduduk Indonesia. Mari kita syukuri nikmat, yang menjadikan kita sebagai seorang mahasiswa di kampus MIPA UI ini. Nilai-nilai yang terukir nanti haruslah menjadi nilai yang benar-benar halal, hasil perjuangan kita semata. Karena hidup adalah perjuangan, maka perjuangkanlah ini dengan sebaik-baiknya J

Satu hal yang pasti, kejujuran adalah nilai yang mahal. Itulah makna nilai UTS yang sebenarnya. UTS itu adalah cermin, refleksi bagi kita dengan perjuangan yang kita lakukan. Mencoba menguji jurus-jurus yang sudah diajarkan oleh dosen-dosen kita dengan harapan jurus-jurus tersebut akan berguna di masa depan nanti. Mahasiswa MIPA itu calon saintis, yang senantiasa berpikir kritis, optimis, dan tidak apatis terhadap kondisi alam sekitarnya.  Dengan segenap kemampuan, dan diawali dengan Bismillah dan doa, Insya Allah… Insya Allah akan selalu ada jalan.. gUe pasTi biSA…. Allahu Akbar…
 Sebelum ujian, boleh mengucapkan doa berikut: :D
Artinya : Yaa Allah Tambahkanlah ilmuku dan Berikanlah aku pemahaman, Yaa Tuhanku Permudahlah dan Jangan Engkau persulit, dan Tuhanku sempurnakanlah (ilmuku) dengan kebaikan.

  
Selamat UTS, kawan… semoga dimudahkan dalam setiap persoalan yang  dihadapi.. inilah tantangan… berhusnudzan dengan segala apa yang terjadi.. J


Depok, 31 Maret 2013, 19 Jumadil Awwal 1434 H
Salam semangat.
Achmad Prayogi, 
Ketua LD Musholla ‘Izzatu Islam 22
-Sahabat Bermanfaat-



Sunday, 3 March 2013

Saudaraku! Masihkah dikau berkomitmen pada Alquran

06:24 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI No comments
Assalaamualaikum warohmatullahi wabarookaatuhu

Mengapa kita masih sering menunda untuk mengaji?
Nanti, besok, atau kalau sempat. Padahal kita semua paham bahwa Allah tidak pernah menunda nikmat yang diberikannya mulai dari tingkat sel- hidup sampai penataan alam semesta. 
photo source
Mungkin sebagian dari kita terlena dengan rayuan dunia sehingga menyebabkan akalnya tak menyadari bahwa Allah pemilik cinta sejati nan abadi. Oleh karena Allah mencintai kita, Allah memberikan kita manual book agar selama hidup ini kita tetap setia pada cintaNYA dan tidak mengkhianati cinta di antara kita dan diriNYA.
Seberapa penting arti cinta?
setiap diri tahu cinta itu melindungi, membahagiakan, dan menenangkan hati seseorang yang dicinta. Kapanpun dan dimanapun kita membutuhkan cintaNYA supaya jiwa kita tentram dan mampu menjadi berkas cahaya harapan bagi dunia yang sudah semakin tua dan lemah. Tentunya hanya dengan kembali pada Alquran kita akan tetap tersadar untuk mempertahankan keutuhan dan kesempurnaan cinta kita padaNYA.

Hahaha…berteori itu mudah, kenyataannya terkadang kita masih mengatasnamakan cinta yang terlumuri dengan nafsu dan hasrat kotor. Ya tentu saja kita masih ada kemungkinan untuk tersesat meskipun kita rajin membaca Alquran. Itu karena kita tidak memahami artinya sehingga jarang di antara kita yang merenungi dan sungguh-sungguh mempraktekkan prinsip yang terkandung di dalamnya.
Sstststststst…..Tau gak!
Cuma membacanya saja sudah dinilai sebagai ibadah, tapi jangan puas dulu sebab hanya membaca saja tidak cukup membangkitkan semangat kita untuk menjadi manusia muslim produktif dan inovatif.
Jadi begini saudaraku!
Karena membaca, mengolah data, menganalisis, dan menyimpulkan adalah pekerjaan kita sehari-hari sebagai masyarakat ilmiah, maka kita juga harus mau mengupas tuntas isi kandungan alquran.
Tujuannya apa?
Ya tentu saja untuk menguatkan stamina dan gairah cinta kita padaNYA yang diimplementasikan dalam ibadah dan semangat melangkah mencari ridhoNYA. Selain itu, di masyarakat kita banyak beredar pemahaman islam yang tidak ilmiah. Apa kita ma uterus-menerus membeo dan membebek “wek..wek..wek” alias ikut-ikutan dengan pemahaman islam palsu.

Pokoknya yakin deh, bahwa jawaban semua permasalahan agama kita cuma satu yaitu ilmu. Dengan memposisikan diri sebagai penuntut ilmu, Allah pasti mengangkat derajat kita di hadapanNYA dan di hadapan manusia, juga akan mempermudah jalan kita menuju surga. Ya iyalah, dlm sebuah hadist sahih dijelaskan bahwa,
“Keutamaan seorang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan pada malam purnama atas semua bintang”.
Sekarang ini di kampus tercinta kita sudah banyak kajian ilmiah keislaman mulai dari tafsir quran, tafsir hadist, fiqh, dan sejarah islam, tinggal bagaimana diri kita menyikapi kesempatan ini.

Udah dulu ya, kalau mau lebih semangat lagi baca saja kumpulan hadist tentang keutamaan orang yang belajar Ilmu. Sampai jumpa pada artikel berikutnya….
Semoga para pembaca terhormat menjadi orang yang selalu bahagia karena Mencintai dan Dicintai Allah.

Allahssalaamualaikum

.: ADM

Friday, 11 January 2013

OPTEND BPH MII 2013

21:37 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , , , No comments

Assalaamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh
bismillaah..., selamat datang calon qiyadah, para mujahid/ah Allah
Allah memberi kesempatan emas untuk mendapatkan tiket surgaNya, lewat MII… dengan OPEN TENDER BPH MII 22 #Sahabat Bermanfaat
Para agan, aganwati yang udah 'kebelet' pengen berkontribusi lebih di Lembaga Dakwah Musholla 'Izzatul Islam FMIPA UI silahkan diunduh formulir di Formulir Optend BPH MII 2013

kemudian daftar sekaligus konfirmasi via SMS dengan format:
Nama_angkatan_jurusan_pilihan bidang ke-1_bidang ke-2_No,hp
Ke no:
- putra: Adi (089601673292)
- Putri: Dini (089654884113)
Pendaftaran: 11-16 Januari 2013
Pengumpulan formulir: mushollaizzatulislam@gmail.com
Wawancara & presentasi konsep: 17-18 Januari 2013
Pengumuman BPH: 18 Januari 2013

#MII 22 Sahabat Bermanfaat
"Jika bersungguh-sungguh adalah ibadah, maka berprestasi adalah dakwah"

Thursday, 3 January 2013

Sunday, 9 December 2012

PERATURAN LOMBA DESAIN GAUN PENGANTIN MUSLIMAH SYAR'I

19:10 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , , No comments



·          Peraturan Umum
1.      Peserta adalah seorang muslimah dengan status mahasiswi atau umum.
2.      Peserta harus mengikuti acara seminar WHATSAPP (wanita harus tahu persiapan sebelum pernikahan) yang di selenggarakan pada hari sabtu tanggal 15 desember 2012.
3.      Peserta dikenakan biaya pendaftaran lomba sebesar Rp. 5000,00
4.      Peserta harus mengumpulkan karya dalam 2 bentuk, yaitu softcopy dan hardcopy. Hasil karya dalam bentuk hardcopy akan digunakan untuk pemilihan desain favorit oleh peserta Girl's Day pada saat seminar Whatsapp dilaksanakan.
5.      Peserta yang dinyatakan sebagai pemenang tetapi tidak hadir saat pengumuman lomba akan didiskualifikasi.
6.      Ketentuan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

·         Persyaratan Karya
1.      Karya adalah desain gaun atau pakaian pengantin muslimah yang sesuai syariat Islam.
2.      Karya diberikan dalam bentuk 2 bentuk, yaitu softcopy dan hardcopy.
-          Bentuk karya softcopy dapat berupa gambar desain komputer atau hand made yang discan dengan ukuran kertas A4 dengan format file .jpg atau .jpeg ukuran maksimal 1 MB.
-          Bentuk softcopy dikirimkan melalui email ke kemuslimahanmii@gmail.com. Paling lambat dikirim tanggal 14 Desember 2012 dengan menyertakan data pribadi peserta dalam bentuk file .doc (nama lengkap, TTL, nama institusi, alamat lengkap, no. Telepon/HP). Pada bagian Subject email tulis: Lomba Desain Gaun Pengantin Muslimah Syar’i 2012_(nama)
-          Bentuk hardcopy diberikan kepada panitia pada tanggal 15 Desember 2012 saat registrasi. Bentuk hardcopy dicetak pada art paper ukuran A3.
3.      Gambar boleh hitam putih atau berwarna. Jumlah warna yang dibolehkan maksimal 5 warna.
4.      Kriteria penilaian meliputi: kesesuaian dengan syariat Islam, detail gambar, keindahan, dan ketepatan waktu pengumpulan.
5.      Karya yang diikutsertakan harus asli karya pribadi (original), bukan hasil plagiat, tidak mengandung atau menyinggung SARA dan pornografi, dan belum pernah diikutsertakan di lomba lain.

MII2.1, #DekatBersahabat
Follow us @izzatulislamipa

Saturday, 24 November 2012

KISAH - KISAH PENUH HIKMAH

20:15 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , , No comments
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nah, teman - teman sekalian, lagi pada butuh cerita - cerita yang menggugah jiwa gak (*lebay). Yuk, kita baca beberapa kisah ataupun cerita berikut, :D

Wanita Mulia Di Tengah Keluarga Teladan (Kemuslimahan)

Jilbabmu Pesonamu (Kemuslimahan)

Berharaplah Hanya Kepada Allah (Story)

Terlena Dengan Kesibukan (Story)

Perjalanan Ruh Sejak Berjumpa Dengan Kematian (Story-Materi)

Kesenanganku Ku Qurbankan Untuk Allah (Story) - Momen Idul Adha

Sepotong Roti Penebus Dosa (Story)

Dua Kera Emas Sedang Asyik Duduk di Atas (Story)

Tausyiah (Kultwit @izzatulislamipa)

Pemimpin Islami Kultwit (Kultwit @izzatulislamipa)

Makan Yang Baik Agar Terhindar Dari Hal - Hal Negatif (Materi)

Numpang iklan sedikit Jaket Muslim Scientist (promosi)


Selamat Menikmati, :D
Presented by Departemen Media Center MII 2.1, #Informatif, Inspiratif
MII2.1, #DekatBersahabat

MAKAN YANG BAIK AGAR TERHINDAR DARI HAL - HAL NEGATIF

19:50 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments


Bismillah..
Mengingatkan kembali agar kita tidak menyepelekan terhadap sesuatu hal yang sangat kecil, terutama saat kita makan.. :)
ADAB-ADAB MAKAN SEORANG MUSLIM

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
{ ÙŠَا غُÙ„َامُ سَÙ…ِّ اللَّÙ‡َ ÙˆَÙƒُÙ„ْ بِÙŠَÙ…ِينِÙƒَ ÙˆَÙƒُÙ„ْ Ù…ِÙ…َّا ÙŠَÙ„ِيكَ }
“Wahai anakku, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Bukhari no. 5376 dan Muslim 2022)
Hadits di atas mengandung tiga adab makan:

Pertama, membaca basmallah
Di antara sunnah Nabi adalah mengucapkan bismillah sebelum makan dan minum dan mengakhirinya dengan memuji Allah. Imam Ahmad mengatakan, “Jika dalam satu makanan terkumpul 4 (empat) hal, maka makanan tersebut adalah makanan yang sempurna. Empat hal tersebut adalah menyebut nama Allah saat mulai makan, memuji Allah di akhir makan, banyaknya orang yang turut makan dan berasal dari sumber yang halal.

Menyebut nama Allah sebelum makan berfungsi mencegah setan dari ikut berpartisipasi menikmati makanan tersebut. Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Apabila kami makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kami tidak memulainya sehingga Nabi memulai makan. Suatu hari kami makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seorang gadis kecil seakan-akan anak tersebut terdorong untuk meletakkan tangannya dalam makanan yang sudah disediakan. Dengan segera Nabi memegang tangan anak tersebut. Tidak lama sesudah itu datanglah seorang Arab Badui. Dia datang seakan-akan di dorong oleh sesuatu. Nabi lantas memegang tangannya. Sesudah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya syaitan turut menikmati makanan yang tidak disebut nama Allah padanya. Syaitan datang bersama anak gadis tersebut dengan maksud supaya bisa turut menikmati makanan yang ada karena gadis tersebut belum menyebut nama Allah sebelum makan. Oleh karena itu aku memegang tangan anak tersebut. Syaitan pun lantas datang bersama anak Badui tersebut supaya bisa turut menikmati makanan. Oleh karena itu, ku pegang tangan Arab Badui itu. Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya sesungguhnya tangan syaitan itu berada di tanganku bersama tangan anak gadis tersebut.” (HR Muslim no. 2017)

BERPIKIR DENGAN BERBAGAI SISI

19:41 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments

Metik mangga yang udah ranum
Dapat banyak, taro di keranjangnya
Eh semuanya, “assalaamu’alaikum’
Ini hari pada gimana kabarnya?

Semoga kita semua dalam keadaan sehat yaaa… aamiin.

Saya mendapatkan pelajaran berharga nih dari teman tentang konsep berpikir dari berbagai sisi. Ini adalah salah satu contoh nikmat Allah yang diberikan kepada kita berupa keberadaan orang – orang di sekitar kita. Melalui perantara mereka kita diingatkan akan kebaikan.

Kurang lebih yang disampaikannya seperti ini:
Bulan itu kecil atau besar?
Jawabannya besar, ya memang karena ukurannya yang besar jika dibandingkan dengan ukuran tubuh kita.
Tapi bisa juga jawabannya kecil karena bulan itu adalah ciptaan Sang Pencipta yaitu Allah Yang Maha Kuasa.

Wednesday, 21 November 2012

Sunday, 11 November 2012

Wanita Mulia Di Tengah Keluarga Teladan

13:32 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments


Oleh : Annisa Dwi Hafidah (Ketua Keputrian LDF MII 21, Geografi 2009)

Mbeek.. Mooo... riuh suara yang saat ini familiar untuk kita dengar. Tanah lapang di sepanjang jalan yang biasanya hanya ditumbuhi rumput liar, kini telah berubah menjadi susunan kandang – kandang yang ditempati oleh puluhan kambing, sapi, dan kerbau. Ya, sebentar lagi umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari Idul Adha. Hari yang euforianya sudah terasa sejak awal memasuki bulan dzulhijah lalu, hari penuh suka cita bagi setiap manusia, karena pada hari ini mereka yang memiliki kemampuan lebih sedang menjalankan ibadah haji dan merasakan nikmatnya melihat ka’bah di tanah suci mekkah. Dan pada hari itu pula, seluruh umat muslim akan melakukan qurban yang dagingnya nanti akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Sungguh indah jika hal ini dapat terjadi tidak hanya di bulan ini saja...

Ketika gema idul adha datang, pasti terbesit di pikiran kita tentang sebuah kisah yang selalu disampaikan oleh khotib dalam setiap khutbah sholat Idul Adha. Kisah penuh inspirasi yang entah hanya berlalu saja ketika kisah ini disampaikan atau kita dapat memaknainya sebagai salah satu pedoman dalam menjalani kehidupan. Kisah itu adalah kisah keluarga Nabi Ibrahim AS.

Keluarga Ibrahim AS. tak bisa lepas dari sosok wanita mulia yang patut untuk kita teladani keimanan dan kesabarannya. Beliau adalah ibunda Siti Hajar, yang dari rahimnya terlahir anak terbaik yang menjadi contoh teladan berbaktinya seorang anak kepada orang tua, nabi Ismail AS.

Muharram : Saatnya untuk Perbaikan Diri

13:01 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments
Oleh: Dini Rahmawati Akmalia (Koorwat Dept.BMT, Matematika 2010)




Bulan Muharram merupakan bulan pertama di tahun hijriyah. Banyak sekali keutamaan yang Allah berikan pada bulan ini. Dari namanya saja, dahulu orang Arab menamainya dengan nama “syahrul awwal”, namun Allah menggantinya dengan nama Muharram dengan salah satu penggalannya, “haram” artinya suci atau haram untuk berperang.

Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS.At-Taubah:36)

Empat bulan haram itu adalah Dzulhijah, Dzulqaidah, Muharram dan Rajab. Pada empat bulan haram ini kita dilarang oleh Allah untuk menganiaya diri sendiri dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan. Jika ditelisik untuk sekarang, bagaimana kita menjaga agar kedamaian tetap ada di kampus kita.

Bulan Muharram ini merupakan bulan Allah (syahrullah). Maka, sesuai dengan sunnah Rasulullah, kita disunnahkan untuk melaksanakan puasa sunnah pada bulan Muharram.

“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah (yaitu) Muharram. Sedangkan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (H.R.Muslim)

Begitu mulianya bulan Muharram di hadapan Allah, kita pun harus memuliakan bulan ini dengan memperbaiki diri. Tidak halnya malaikat yang senantiasa patuh, ataupun setan yang tidak patuh, manusia memiliki kecenderungan untuk kedua hal itu, patuh ataupun tidak patuh. Namun, kecenderungan untuk patuh harus ditingkatkan agar nikmat yang sudah Allah berikan tidak mubazir.

Memperbaiki diri bisa dimulai dengan mensyukuri nikmat yang Allah berikan. Sadar atau tidak, Allah sudah memberikan banyak kenikmatan kepada kita. Sudahkah kita mensyukurinya? Sudahkah umur yang dititipkan Allah bermanfaat untuk orang lain? Sudah sejauh mana kita melangkah? Ataukah masih berada di tempat yang sama? Hingga saat ini, kita masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri. Bersyukurlah dengan sepenuh hati dan rasakan keikhlasan dalam diri tumbuh.

Kemudian, introspeksi diri. Melakukan introspeksi diri merupakan hal yang mudah. Kita hanya perlu melihat perbuatan yang telah lalu dan menganalisa apakah perbuatan itu berdampak baik untuk diri sendiri dan orang lain. Jika baik, kita harus senantiasa meningkatkannya. Jika buruk, segera istigfar dan kita harus segera meninggalkan perbuatan itu dan mengganti dengan perbuatan yang baik.

Namun, yang menjadi masalah adalah bagaimana kita memulai untuk melangkah sebagai bentuk evaluasi diri. Kita pasti dihadapkan pada pemikiran bahwa kita mungkin tidak bisa melakukannya dan hal lainnya. Sehingga, membuat kita tidak bergerak sama sekali. Pada dasarnya, pikiran kita diawasi oleh dua sudut pandang. Sudut Kemenangan dan sudut Kekalahan. Kedua sudut ini sangat cepat dalam menjalankan perintah. Kita hanya perlu menyiapkan mental sedikit saja, baik atau buruk, maka salahsatu dari mereka akan melangkah maju dan segera bekerja secara efisien. Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan mental untuk kemenangan, maka pikiran-pikiran positif akan datang dan bekerja untuk kemenangan kita. Selalu gunakan mental untuk kemenangan. Jangan sampai mental untuk kekalahan selalu meliputi diri dan bisa dipastikan perbaikan diri tidak akan pernah terjadi. Percayalah, Kemenangan akan datang pada diri kita.

Marilah kita gunakan momen Syahrullah ini untuk memperbaiki diri dan menjadi seorang pemenang. Karena, seorang besi tidak akan pernah tahu bahwa dirinya adalah besi, jika ia tidak membuktikannya.

Pentingnya Kepemimpinan Dimata Islam

12:48 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , No comments
Oleh: Akbar Afif Iskandar (Staf Med-C, Matematika 2011)


Tidak terasa kita sudah merasakan hawa dari PEMIRA alias Pemilihan Raya, nah, omong – omong tentang PEMIRA berarti lekat banget dong hubungannya dengan pemimpin, nah disini saya mau menulis tentang pentingnya kepemimpinan dimata Islam.

Rasulullah berwasiat kepada para sahabat yang berbunyi “ Kami berwasiat kepada kalian bertaqwalah kepada Allah, lalu dengarkanlah pemimpin kalian dan taatilah ia walaupun ia seorang budah habasyah (Ethiopia), siapa yang hidup setelah aku meninggal, mereka akan melihat pertentangan yang amat banyak, dan bagi kalian aku tinggalkan sunnahku dan sunnah – sunnah khalifah – khalifah setelahku dan berpegangteguhlah pada dia dan gigitlah dengan gigi geraham”, di masa Rasul betapa pentingnya pemimpin itu, Rasulullah tidak pernah main – main dalam urusan kepemimpinan, bahkan para sahabat sampai menunda pemakaman Rasulullah 3 hari karena sulitnya mencari khalifah setelahnya, bayangkan, di dalam Islam salah satu yang harus didahulukan adalah memakamkan mayit, apalagi mayit seorang Rasul, tapi mereka (para sahabat) paling tahu tentang contoh Rasulullah bahwa lebih penting memilih pemimpin daripada menguburkan mayit, Subhanallah.

Sahabat Fillah, sejatinya tiap – tiap pribadi muslim adalah seorang pemimpin
" Abdullah Ibn Umar berkata bahwa rasulullah SAW telah bersabda "kalian semua adalah pemeimpin (pemelihara) dan bertanggung jawab terhadap rakyatnya seorang pemimpin akan ditanya tentang rakyat yang dipimpinnya, suami pemimpin keluarganya dan akan ditanya tentang keluarga yang dipimpinya, isteri memelihara rumah suami dan anak-anaknya dan akan ditanya akan hal yang dipimpinya, seorang hamba (buruh) memelihara harta milik majikanya dan akan ditanya tentang pemeliharaanya, camkanlah bahwa kalian semua pemimpin dan akan dituntut (dimintai pertanggung jawaban) tentang hal-hal yang dipimpinnya".
(Hadith riwayat Imam Bukhori)

Hadith diatas menjelaskan bahwa semua orang adalah pemimpin (pemelihara) dan akan dimintai pertanggung jawaban terhadap kepemimpinanya, baik pemimpin Negara, pemimpin keluarga, ibu rumah tangga, dan siapa saja yang memiliki tanggung jawab termasuk memimpin dirinya sendiri, semua akan dimintai pertanggung jawaban diakhirat kelak.


Dalam Islam, seorang pemimpin bukanlah seorang yang mempunyai kekuasaan untuk menindas orang – orang dibawahnya, melainkan adalah pelayan bagi umatnya, kita lihat saja bagaimana seorang Umar Bin Khattab yang tiap malam mengelilingi kota hanya untuk memeriksa apakah rakyatnya sudah mendapatkan makan atau belum, Subhanallah. Dalam Al-Quran Allah berfirman yang berbunyi :

Artinya : Rendahkanlah sikapmu terhadap pengikutmu dan kaum mukminin (Al-Syuara' : 215).
Agar kita memiliki pemimpin yang adil yang bisa menjaga dan mengayomi kita, maka pemimpin haruslah orang yang dapat kita percaya dan mempunyai kapabilitas serta loyalitas terhadap kita. Jika semua itu ada pada diri seseorang diantara kita maka tak salah jika kita memilihnya sebagai pemimpin kita.

Maka dari itu, semoga kita nantinya akan mendapatkan pemimpin – pemimpin yang ideal baik di BPM, BEM, MII, HMD ataupun BSOF, mari kita patuhi pemimpin kita, karena amanah tidak pernah jatuh kepada orang yang salah.

Wallahu a'lam bi al-sawab

Al-Aqsha: Israel Masivkan Aksinya Hapuskan Peradaban Islam di Kota Lam

12:43 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments

Al-Quds – PIP: Yayasan wakaf dan peninggalan Al-Aqsha menegaskan, Israel terus berupaya hancurkan peradaban Islam dan Arab di Kota Lama, melalui penggantian nama jalan, perusakan gedung dan tempat bersejarah di sekitar Masjid Al-Aqsha.  

Yayasan Al-Aqsha memantau ada pergerakan masiv akhir-akhir ini yang dilakukan pemerintahan Zionis di Al-Quds, terutama di sekitar wilayah masjid Al-Aqsha di dalam lingkungan Kota Lama. Mereka berupaya menghapuskan kebudayaan alami Islam dan menggantinya dengan nuansa turis dan pariwisata yang bertentangan dengan Islam dan kesucian kota Al-Quds. Mereka tak pedulikan ribuan tahun sejarah Islam telah terukir di kota tersebut.

Dalam keterangan resminya, Kamis (1/11) yang dilansir pusat infopalestina, menyebutkan dengan diadakanya festival berkuda waktu malam, festival pertunjukan malam di museum menara David, pameran rumah dari dalam wilayah Jerusalem, festival malam di Jerusaltauem Lama serta program jalan-jalan malam di kota David. Mereka juga bersiap melakukan festival-festival lainya menjelang akhir tahun nanti. (asy)

Referensi:

http://www.voa-islam.com/lintasberita/infopalestina/2012/11/01/21475/alaqsha-israel-masivkan-aksinya-hapuskan-peradaban-islam-di-kota-lam/

Ikhwanul Muslimin Yordania Bubarkan Perayaan Halloween

12:39 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments

Kelompok Ikhwanul Muslimin Yordania mengutuk perayaan Halloween yang diadakan di sebuah kafe di Amman sebagai “setan” dan homoseksual.

“Kami melihat dengan jijik dan malu homoseksual tadi malam (Jumat) dan ritual setan di sebuah kafe Amman,”  kata Ikhwanul Muslimin dalam satu  pernyataan di lamannya, Sabtu (3/11/2012).

“Ini satu tantangan bagi nilai-nilai rakyat Yordania dan identitas Arab serta kemusliman mereka, dan juga pelanggaran hukum agama,” katanya menambahkan.

Kelompok ini menuntut bahwa mereka yang mengorganisir pesta itu diadili untuk “tindakan-tindakan yang mengerikan” dan mengutuk bahwa peristiwa tersebut diperbolehkan untuk terus berlangsung ketika rakyat “dilanda kemiskinan dan di tengah krisis politik” di Yordania.

Sementara itu Surat kabar Al-Ghad melaporkan bahwa kekerasan meletus ketika para pemuda yang marah berusaha mencegah pesta Halloween bertempat di kafe  Amman. Dikatakan bahwa mereka mencoba menyerbu kafe itu yang menyebabkan kemacetan lalu lintas sampai Sabtu pagi.

Referensi:

Dialah Pemimpin Sejati

12:26 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments
Oleh Muhammad Adwiyadinul Haq (KaDept. Brigizz MII 21, Matematika 2010)

Dialah pemimpin yang dekat dengan rakyatnya. Presiden yang tidak tinggal di Istana Negara, melainkan tinggal di rumah kontrakannya, sama seperti rakyatnya. Dia mempermudah jalan bagi rakyat yang ingin menemuinya, walau hanya sekedar untuk curhat. Mendengarkan suara-suara yang tidak terdengar dan Menghilangkat sekat-sekat yang tidak terlihat.  Tanpa takut, dia membuka hari pengumumannya sebagai presiden dengan berpidato secara langsung di depan rakyatnya. Dia juga menginstruksikan kepada pimpinan pengawal presiden untuk mengurangi personel saat berpergian menjaganya,  mengantisipasi macetnya jalan ketika dia lewat. Pasar pun seakan tidak terusik ketika dilaluinya.


Dialah pemimpin yang sederhana. Seorang anak petani yang menjadi presiden. Walau begitu, sudah sekitar tiga bulan dia tidak menerima gajinya sebagai presiden. Dia membayar uang sewa kontrakannya dan kebutuhan hidup lainnya dengan uangnya sendiri. Dia juga melarang orang-orang memasang fotonya sebagai presiden di kantor-kantor pemerintahan atau di tempat-tempat lainnya.

Dialah pemimpin yang berpengaruh. Dia berhasil mengontrol situasi yang tidak terkendali pada pemerintahan sebelumnya. Dia mengejutkan negaranya dan dunia dengan keberhasilannya mengambil alih kekuasaan legislatif dan eksekutif secara penuh dari rezim sebelumnya. Dia memecat jendral dan menteri yang menyalahgunakan wewenangnya. Dia membersihkan pemerintahan negaranya dan membentuk pemerintahan baru yang sesuai dengan visinya. Dia juga meluncurkan program-program perubahan, yaitu mengubah negerinya yang kotor penuh sampah menjadi negeri yang bersih.

Dialah pemimpin yang berani dan tegas. Dia berani membela suatu kebenaran, walau ditentang banyak pihak. Dia dengan tegas menyatakan sikapnya dalam pertemuan tingkat tinggi antarnegara, Gerakan Non-Blok salah satunya. Keyakinannya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penjaga membuatnya tidak takut pada apa pun selain Allah SWT.

Dialah pemimpin yang taat, taat pada Pencipta-Nya. Walau dengan kesibukannya yang luar biasa, sholat lima waktu berjamaa’ah di masjid hampir tidak pernah dia lewatkan. Bahkan dalam sebuah surat kabar, didapati dia sering menjadi imam di masjid.  Ternyata, penyebabnya bukan karena dia seorang presiden, melainkan karena dia Hafal Al-Qur’an 30 Juz. Dia juga mengedepankan toleransi dan mengubur jauh-jauh perbedaan.  Tanpa ragu, dia mengangkat seorang yang berbeda agama dengannya menjadi wakil presiden.

Dialah pemimpin sejati, DR. Mohammad Moursi, Presiden Mesir yang baru. Pusat Riset Opini Publik (Bashira) mengadakan jajak pendapat kedua terhadap kinerja presiden Moursi setelah 80 hari masa jabtannya. Hasilnya, publik yang puas terhadap kinerja Mursi sebanyak 79%. Sisanya yang tidak puas 13%, dan 8% menyatakan ragu-ragu. Dukungan ini sudah melebihi raihan suaranya di Pemilu kemarin.

Semoga kita bisa mengambil teladan dari beliau…

JILBABMU….PESONAMU..!!

12:06 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments



“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian yang indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Al A’raf: 26)

Ya.. Allah telah menurunkan pakaian untuk kita. Kita memakainya untuk menutup aurat dan memperindah penampilan. Tetapi pakaian taqwa itulah yang terbaik. Taqwa adalah pakaian kesiapan, maksudnya kesiapan untuk bersedia dan bersegera mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Artinya begitu ada panggilan sayang dari Allah untuk melakukan sesuatu, kitalah yang terdepan, dan kalau ada seruan dari Allah untuk meninggalkan sesuatu kitalah yang tercepat. Jadi? Mari kita praktekan berpakaian taqwa

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri orang-isteri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karenanya mereka tidak diganggu. Dan adalah Allah, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab 59)

Jilbab! Pakaian taqwa adalah wujud identitas seorang muslimah..” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karenanya mereka tidak diganggu…” ibaratnya kalau mau disebut WNI harus punya KTP, kalau mau disebut muslimah ya..identitasnya jilbab..

Kalau identitanya sudah jelas, hanya orang bodoh atau nekat yang berani ganggu, ibaratnya lagi kalo ada yang berani sama WNI.. Kedubes bahkan presiden akan turun tangan. Begitu juga yang berani ganggu muslimah berjilbab.. Masih ingat perang yang terjadi pada zaman Rosululloh karena seorang muslimah diganggu disebuah pasar?

Berharaplah HANYA kepada ALLAH

11:53 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , No comments
Oleh: Afif Akbar Iskandar (Staf Media Center, Matematika 2011)

“Saat kita sakit kita segera pergi ke dokter, saat ban kendaraan kita bocor kita pergi ke tukang tambal ban, namun saat kita sedang kesusahan kita jarang sekali pergi ke Allah, artinya kita tidak mengenal Allah sebaik kita mengenal tukang tambal ban”.

Kata – kata ini terngiang dikepala saya, betapa sombongnya kita kepada Allah, betapa jahatnya kita kepada Allah, betapa seringnya kita mengecewakan Allah, bahkan disaat kita sedang kesusahan, kita selalu berfikir pendek, tidak mau berfikir jangka panjang, contohnya saja kalau kita berdo'a kepada Allah lalu belum dikabulkan oleh Allah kita langsung ber”suudzan” kepada Allah. “Ah, Allah jahat nih gak ngabulin do'a saya” padahal Allah telah menyiapkan jalan yang lebih baik dari itu, namun “Allah tergantung dari prasangka hamba-Nya” kalau memang kita  berprasangka demikian kepada Allah, maka jangan salahkan jika kesusahan dan kesulitan kita selalu hadapi.

Mungkin tanpa kita sadari, sering sekali kita mengharapkan sesuatu dari manusia, padahal berharap dari manusia rawan sekali dengan yang namanya kekecewaan, berharaplah hanya kepada Allah, karena hanya dengan berharap kepada Allah – lah kita tidak akan dikecewakan oleh-Nya

Untuk itu marilah kita berkaca, tanyakan pada diri “kapan kita datang kepada Allah ? Apakah hanya saat kita susah saja ?” Memang tidak ada yang salah dengan hal itu, tapi apakah etis berbuat demikian kepada Allah ? “Ingatlah Allah saat kamu senang, maka Allah akan mengingatmu saat kamu susah”
wallahu'alam

Tuesday, 6 November 2012

TERLENA DENGAN KESIBUKAN

22:00 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments

Rani, sebut saja begitu namanya. Kawan kuliah ini berotak cemerlang dan memiliki idealisme tinggi. Sejak masuk kampus, sikap dan konsep dirinya sudah jelas: meraih yang terbaik, di bidang akademis maupun profesi yang akan digelutinya. ''Why not the best,'' katanya selalu, mengutip seorang mantan presiden Amerika.

Ketika Universitas mengirim mahasiswa untuk studi Hukum Internasional di Universiteit Utrecht , Belanda, Rani termasuk salah satunya. Saya lebih memilih menuntaskan pendidikan kedokteran.
Berikutnya, Rani mendapat pendamping yang ''selevel''; sama-sama berprestasi, meski berbeda profesi.

Alifya, buah cinta mereka, lahir ketika Rani diangkat sebagai staf diplomat, bertepatan dengan tuntasnya suami dia meraih PhD. Lengkaplah kebahagiaan mereka.

Ketika Alif, panggilan puteranya itu, berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila. Bak garuda, nyaris tiap hari ia terbang dari satu kota ke kota lain, dan dari satu negara ke negara lain.

Setulusnya saya pernah bertanya, ''Tidakkah si Alif terlalu kecil untuk ditinggal-tinggal? '' Dengan sigap Rani menjawab, ''Oh, saya sudah mengantisipasi segala sesuatunya. Everything is OK!'' Ucapannya itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya, ditangani secara profesional oleh baby sitter mahal. Rani tinggal mengontrol jadwal Alif lewat telepon. Alif tumbuh menjadi anak yang tampak lincah, cerdas dan gampang mengerti.