Mari tunjukkan bahwa kita adalah ummat terbaik.

Showing posts with label Kemuslimahan. Show all posts
Showing posts with label Kemuslimahan. Show all posts

Sunday, 9 December 2012

PERATURAN LOMBA DESAIN GAUN PENGANTIN MUSLIMAH SYAR'I

19:10 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , , No comments



·          Peraturan Umum
1.      Peserta adalah seorang muslimah dengan status mahasiswi atau umum.
2.      Peserta harus mengikuti acara seminar WHATSAPP (wanita harus tahu persiapan sebelum pernikahan) yang di selenggarakan pada hari sabtu tanggal 15 desember 2012.
3.      Peserta dikenakan biaya pendaftaran lomba sebesar Rp. 5000,00
4.      Peserta harus mengumpulkan karya dalam 2 bentuk, yaitu softcopy dan hardcopy. Hasil karya dalam bentuk hardcopy akan digunakan untuk pemilihan desain favorit oleh peserta Girl's Day pada saat seminar Whatsapp dilaksanakan.
5.      Peserta yang dinyatakan sebagai pemenang tetapi tidak hadir saat pengumuman lomba akan didiskualifikasi.
6.      Ketentuan juri mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

·         Persyaratan Karya
1.      Karya adalah desain gaun atau pakaian pengantin muslimah yang sesuai syariat Islam.
2.      Karya diberikan dalam bentuk 2 bentuk, yaitu softcopy dan hardcopy.
-          Bentuk karya softcopy dapat berupa gambar desain komputer atau hand made yang discan dengan ukuran kertas A4 dengan format file .jpg atau .jpeg ukuran maksimal 1 MB.
-          Bentuk softcopy dikirimkan melalui email ke kemuslimahanmii@gmail.com. Paling lambat dikirim tanggal 14 Desember 2012 dengan menyertakan data pribadi peserta dalam bentuk file .doc (nama lengkap, TTL, nama institusi, alamat lengkap, no. Telepon/HP). Pada bagian Subject email tulis: Lomba Desain Gaun Pengantin Muslimah Syar’i 2012_(nama)
-          Bentuk hardcopy diberikan kepada panitia pada tanggal 15 Desember 2012 saat registrasi. Bentuk hardcopy dicetak pada art paper ukuran A3.
3.      Gambar boleh hitam putih atau berwarna. Jumlah warna yang dibolehkan maksimal 5 warna.
4.      Kriteria penilaian meliputi: kesesuaian dengan syariat Islam, detail gambar, keindahan, dan ketepatan waktu pengumpulan.
5.      Karya yang diikutsertakan harus asli karya pribadi (original), bukan hasil plagiat, tidak mengandung atau menyinggung SARA dan pornografi, dan belum pernah diikutsertakan di lomba lain.

MII2.1, #DekatBersahabat
Follow us @izzatulislamipa

Sunday, 11 November 2012

Wanita Mulia Di Tengah Keluarga Teladan

13:32 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments


Oleh : Annisa Dwi Hafidah (Ketua Keputrian LDF MII 21, Geografi 2009)

Mbeek.. Mooo... riuh suara yang saat ini familiar untuk kita dengar. Tanah lapang di sepanjang jalan yang biasanya hanya ditumbuhi rumput liar, kini telah berubah menjadi susunan kandang – kandang yang ditempati oleh puluhan kambing, sapi, dan kerbau. Ya, sebentar lagi umat muslim di seluruh dunia akan merayakan hari Idul Adha. Hari yang euforianya sudah terasa sejak awal memasuki bulan dzulhijah lalu, hari penuh suka cita bagi setiap manusia, karena pada hari ini mereka yang memiliki kemampuan lebih sedang menjalankan ibadah haji dan merasakan nikmatnya melihat ka’bah di tanah suci mekkah. Dan pada hari itu pula, seluruh umat muslim akan melakukan qurban yang dagingnya nanti akan dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Sungguh indah jika hal ini dapat terjadi tidak hanya di bulan ini saja...

Ketika gema idul adha datang, pasti terbesit di pikiran kita tentang sebuah kisah yang selalu disampaikan oleh khotib dalam setiap khutbah sholat Idul Adha. Kisah penuh inspirasi yang entah hanya berlalu saja ketika kisah ini disampaikan atau kita dapat memaknainya sebagai salah satu pedoman dalam menjalani kehidupan. Kisah itu adalah kisah keluarga Nabi Ibrahim AS.

Keluarga Ibrahim AS. tak bisa lepas dari sosok wanita mulia yang patut untuk kita teladani keimanan dan kesabarannya. Beliau adalah ibunda Siti Hajar, yang dari rahimnya terlahir anak terbaik yang menjadi contoh teladan berbaktinya seorang anak kepada orang tua, nabi Ismail AS.

JILBABMU….PESONAMU..!!

12:06 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , , No comments



“Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan pakaian yang indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang terbaik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.” (Al A’raf: 26)

Ya.. Allah telah menurunkan pakaian untuk kita. Kita memakainya untuk menutup aurat dan memperindah penampilan. Tetapi pakaian taqwa itulah yang terbaik. Taqwa adalah pakaian kesiapan, maksudnya kesiapan untuk bersedia dan bersegera mentaati segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya.

Artinya begitu ada panggilan sayang dari Allah untuk melakukan sesuatu, kitalah yang terdepan, dan kalau ada seruan dari Allah untuk meninggalkan sesuatu kitalah yang tercepat. Jadi? Mari kita praktekan berpakaian taqwa

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri orang-isteri orang mu’min, hendaklah mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karenanya mereka tidak diganggu. Dan adalah Allah, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al Ahzab 59)

Jilbab! Pakaian taqwa adalah wujud identitas seorang muslimah..” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karenanya mereka tidak diganggu…” ibaratnya kalau mau disebut WNI harus punya KTP, kalau mau disebut muslimah ya..identitasnya jilbab..

Kalau identitanya sudah jelas, hanya orang bodoh atau nekat yang berani ganggu, ibaratnya lagi kalo ada yang berani sama WNI.. Kedubes bahkan presiden akan turun tangan. Begitu juga yang berani ganggu muslimah berjilbab.. Masih ingat perang yang terjadi pada zaman Rosululloh karena seorang muslimah diganggu disebuah pasar?

Wednesday, 9 May 2012

Wanita Berlian Penggubah Dunia

20:19 Posted by Izzatul Islam FMIPA UI , No comments

Wanita, manusia yang seringkali disebut sebagai makhluk halus itu kini berubah renta. Wajah kisut, pipi keriput, rambut memutih adalah gambaran yang muncul ketika cermin menghadapnya. Bekas-bekas perjuangan terpancar dari tatap bola matanya. Peluh-peluh membusur di kening lebarnya. Pendengaran, penglihatan, dan gerakan yang tak lagi sempurna menjadi tanda sampainya garis finish juang mereka. Ya, wanita. Bermodal naluri dan perasaan yang kuat, wanita memikul beban berat di kedua pundaknya: penggubah dunia – pelukis sejarah. Sebegitu pentingkah peran wanita untuk dunia?

Islam memposisikan wanita lebih satu derajat di atas laki-laki. Tidak seperti apa yang sering digembar-gemborkan kaum feminis tentang emansipasi wanita yang melenceng dari ajaran Islam, wanita diberikan kelebihan dan keistimewaan yang tidak terdapat pada pria. Menstruasi, melahirkan, hingga masalah harta, semua telah diatur rapi dalam agama. Saat menstruasi, wanita diberikan keringanan untuk tidak melaksanakan shalat dan shaum. Mereka diberikan kemudahan untuk mengganti shaum wajibnya di hari lain saat tidak haid, sedangkan dalam shalatnya, ia mendapat “masa istirahat sementara.” Sejatinya wanita adalah ladang bagi suaminya untuk memperoleh keturunan. Akan tetapi apabila saat melahirkan ia meninggal dunia, insya Allah ia mendapatkan gelar syahid atas perjuangannya mengadu nyawa. Dalam urusan harta warisan, wanita memang hanya mendapatkan separuh dari satu bagian harta laki-laki. Bukan karena tidak adanya keadilan Allah disana, tapi sungguh harta yang jumlahnya kurang dari para laki-laki itu hanya menjadi milik pribadinya dan para wanita tidak perlu menyerahkan kepada suaminya. Sedangkan saat para lelaki atau suami menerima warisan, maka sudah menjadi kewajiban laki-laki itu untuk menggunakan hartanya demi kebutuhan seluruh keluarga, anak-anak, dan istrinya.